Cerita Agung Kresna, Alumnus UGM, Memilih Jurusan Sosiologi : Berawal dari Lingkungan Sekitar Tempat Tinggalnya

Sosiologi Info - Cerita Agung Kresna Alumnus di Departemen Sosiologi UGM, kenapa akhirnya memilih Jurusan Sosiologi. Apa ya alasannya ?

Ia pun membagikan kisah motivasi, dan inspiratifnya, bagaimana keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. 

Bagaimana kisah Agung Kresna, yuk baca dengan seksama !

"Pada saat menentukan pilihan jurusan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, saya sempat pasrah, karena kendala latar belakang ekonomi keluarga," cerita Agung Kresna Bayu. 

Sosiologi selalu mendapatkan imbuhan “sosial”. Sosiologi, mungkin sebagian dari kita mendengar maupun melihatnya di daftar pelajaran Sekolah Menengah Atas (SMA), daftar jurusan di kuliah, atau di berbagai poster seminar dan diskusi yang membahasnya. 

Lantas apa yang muncul pada pandangan orang awam saat melihatnya ? Sebagian besar berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu masyarakat, lantas ada yang berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu untuk berperilaku baik dalam kehidupan, dan lainnya. 

Kita yang pernah mempelajari sosiologi di tingkat pendidikan tinggi (universitas) pun memiliki banyak pandangan tentangnya. Namun, justru perbedaan pandangan inilah yang membuat sosiologi terus dapat berproses dan menjadi saksi sekaligus pelaku perubahan dalam merayakan hidup ini. 

Tulisan ini adalah upaya untuk berbagai spirit dan alasan yang melatarbelakangi mengapa penulis memilih jurusan sosiologi.

Pada saat duduk di bangku Sekolah Menegah Atas (SMA), penulis meyakini bahwa ilmu pengetahuan ini bukan hanya sebatas mempelajari norma dan nilai kehidupan yang telah dianggap “baik” oleh khalayak umum. 

Terlebih pada setiap pembahasan sub bab di bangku SMA, kajian dari sosiologi selalu mendapatkan imbuhan “sosial”. 

Titik ini menjadi awal mula ketertarikan penulis dengan sosiologi, terlebih pada waktu itu, timbul semangat mengebuh untuk mengubah berbagai pola perilaku masyarakat di sekitar tempat tinggal penulis, yang dilabeli sebagai daerah kumuh atau slum kota. 

Selain itu, pola kehidupan masyarakatnya memiliki pola yang berbeda serta bervariasi. Hal tersebut yang menimbulkan minat penulis untuk mempelajari sosiologi lebih lanjut serta tidak sebatas hanya untuk mengetahuinya melainkan berusaha untuk memahami serta menerapkannya. 

Jalan kehidupan untuk berpihak. Pada saat menentukan pilihan jurusan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, penulis sempat pasrah, karena kendala latar belakang ekonomi keluarga. 

Namun, ada sedikit harapan, saat guru BK menawarkan beasiswa bidikmisi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sempat mengalami dilema untuk memilih jurusan kuliah antara ekonomi dan sosiologi. 

Saat itu saya bertemu salah seorang guru di lembaga bimbingan belajar. Saat itu, Ia baru menyelesaikan studi magisternya di Departemen Sosiologi UGM. 

Tanpa tedeng aling-aling, Ia langsung menyarankan saya untuk masuk dan belajar di Sosiologi UGM. Waktu itu, Ia menceritakan berbagai pengalamannya belajar sosiologi dan tokoh-tokoh sosiologi di UGM. Akhirnya, penulis yakin untuk memilih jurusan Sosiologi di jenjang pendidikan tinggi. 

Artikel Part 01

Penulis : 
Agung Kresna Bayu | Alumnus Departemen Sosiologi, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM)

Sumber foto : Dokumentasi Agung Kresna/Istimewa