-->

Teori Jalan Hidup Lifecourse dalam Pendekatan Sosiologi

Teori Jalan Hidup Lifecourse dalam Pendekatan Sosiologi
Teori Jalan Hidup Lifecourse dalam Pendekatan Sosiologi

Tentunya teori jalan hidup atau disebut dengan lifecourse penting untuk di pahami. Oleh karena itu, pada artikel ini.

Sobat akan di ajak untuk membaca pembahasan Teori Jalan Hidup Lifecourse dalam Pendekatan Sosiologi memahami bidangnya.

Lifecourse merupakan sebuah teori mengenai jalan hidup (LCT) dengan pendekatan multidisiplin untuk memahami kondisi mental.

Selanjutnya, fisik, dan kesehatan sosial seorang individu dengan menggabungkan antara masa hidup (life span).

Sosiologi.info – Kemudian dengan konsep tahapan kehidupan (life stage) yang menentukan lintasan kesehatan.

Teori Lifecourse menyarankan bahwa setiap tahap-tahap kehidupan akan mempengaruhi tahapan kehidupan lainnya.

Lebih lanjut pengaruhnya itu secara bersamaan sebagaimana lingkungan fisik, sosial, dan ekonomi memengaruhi kesehatan komunitas.

Memahami Teori Lifecourse

Lifecourse menganggap bahwa kesehatan adalah integrasi dari faktor biologis, perilaku, psikologi, sosial.

Serta  dengan lingkungan berinteraksi untuk mempertajam capaian kesehatan yang akan di lalui oleh individu.

Alih-alih hanya berfokus pada satu penyakit atau kondisi kesehatan saja, Life Course Theory justru melihat faktor-faktor sosial, ekonomi.

Dan lingkungan sebagai penyebab utama kesenjangan kesehatan yang terus-menerus.

Teori lifecourse juga merupakan bagaimana sosiologi mendefinisikan proses kehidupan melalui konteks budaya yang di bagi menjadi kategori.

Misalnya kategori umur bahwa masyarakat secara normal berekspektasi untuk melewati progres yang di lalui mulai dari lahir hingga mati.

Konsep ini di bangun sejak tahun 1960-an dengan perspektif yang berdasar dari rasionalisasi dan pengalaman manusia ke dalam konteks struktural, budaya, dan sosial.

Hal itu sebagai petunjuk yang tepat penyebab manusia melalui hidup dengan norma-norma budaya seperti menikah muda atau melakukan kejahatan.

Pandangan Bengston dan Allen

Sebagaimana Bengston dan Allen Perspektif kemukakan melalui perspektif lifecourse, gagasan mengenai keluarga ada dengan konteks dinamika sosial makro.

Misalnya, yaitu keluarga adalah kumpulan individu yang berbagi pengalaman sejarah yang berinteraksi dengan konteks sosial yang selalu berubah.

Serta melalui peningkatan ruang dan waktu. Artinya, gagasan tentang keluarga berasal dari kebutuhan atau keinginan ideologis untuk bereproduksi.

Kemudian, mengembangkan komunitas, atau setidaknya dari budaya yang secara khusus menentukan apa arti “keluarga” bagi mereka.

Namun, teori kehidupan mengandalkan perpotongan pengaruh faktor-faktor sosial ini dengan faktor sejarah yang bergerak sepanjang waktu.

Selanjutnya berpasangan dengan perkembangan pribadi sebagai individu dan peristiwa-peristiwa yang mengubah hidup yang menyebabkan pertumbuhan tersebut.

Melihat Budaya Perilaku Sosial

Teori ini memungkinkan kita untuk melihat kecenderungan suatu budaya terhadap perilaku sosial seperti kejahatan dan lainnya melalui kumpulan data yang tepat.

Teori lifecourse menggabungkan konsep warisan sejarah dengan ekspektasi budaya dan pengembangan diri pribadi.

Lebih lanjut, yang akan di petakan oleh sosiolog untuk memetakan jalan perilaku manusia melalui interaksi dan stimulasi sosial yang berbeda.

Kemudian yang termasuk dalam konsepsi budaya tentang perjalanan hidup adalah gagasan tentang berapa lama seseorang di perkirakan akan hidup.

Dan gagasan tentang apa yang dimaksud dengan kematian “prematur” atau “sebelum waktunya”.

Serta gagasan untuk menjalani kehidupan yang utuh — kapan dan dengan siapa harus menikah, dan bahkan betapa rentannya budaya tersebut terhadap penyakit menular.

Peristiwa-peristiwa dalam hidup seseorang, jika dilihat dari sudut pandang perjalanan hidup, menambah jumlah total keberadaan aktual.

Kemudian yang di alami seseorang, karena di pengaruhi oleh tempat budaya dan sejarah orang tersebut di dunia.

Memahami Konsepsi Budaya

Tentunya yang termasuk dalam konsepsi budaya tentang perjalanan hidup adalah gagasan tentang berapa lama seseorang di perkirakan akan hidup dan gagasan.

Selanjutnya tentang apa yang di maksud dengan kematian “prematur” atau “sebelum waktunya” serta gagasan untuk menjalani kehidupan yang utuh — kapan dan dengan siapa harus menikah, dan bahkan betapa rentannya budaya tersebut terhadap penyakit menular.

Peristiwa-peristiwa dalam kehidupan seseorang, jika di lihat dari sudut pandang perjalanan hidup.

Kemudian menambah jumlah total keberadaan aktual yang di alami seseorang, karena di pengaruhi oleh tempat budaya dan sejarah orang tersebut di dunia.

Teori perjalanan hidup, lebih sering disebut perspektif perjalanan hidup, mengacu pada paradigma multidisiplin untuk mempelajari kehidupan masyarakat, konteks struktural, dan perubahan sosial.

Pendekatan ini mencakup gagasan dan observasi dari berbagai disiplin ilmu, terutama sejarah, sosiologi, demografi, psikologi perkembangan, biologi, dan ekonomi.

Secara khusus, laporan ini mengarahkan perhatian pada hubungan yang kuat antara kehidupan individu dan konteks sejarah dan sosio-ekonomi di mana kehidupan tersebut berlangsung.

Akhirnya itulah pembahasan tentang Teori Jalan Hidup Lifecourse dalam Pendekatan Sosiologi yang bisa sobat pahami.

Penulis : Indah Sari Rahmaini | Dosen Departemen Sosiologi Universitas Andalas

Ikuti Sosiologi Info di Google News, klik disini !