Historis Teori Interaksionisme Simbolik : Mulai Georg Simmel Hingga Herbert Mead

Sosiologi Info - Bagaimana sih sejarah atau historis awal interaksionisme simbolik ? Lalu siapa saja tokoh yang memberikan perspektif dan pandangannya. Berikut ulasannya !

Sekilas Historis

Hubungan sosial antara individu dan masyarakat tidak akan pernah terpisahkan. Dalam ilmu sosial, sering muncul pertanyaan.

Bagaimana masyarakat membentuk individu atau sebaliknya bagaimana individu individu menciptakan, mempertahankan atau mengubah masyarakat.

Memang istilah interaksionisme simbolik yang digunakan pertama kalinya oleh sosok Herbert Blumer, pada dasarnya merupakan satu perspektif dalam ilmu psikologi sosial. 

Dimana dalam perspektif ini memusatkan perhatiannya pada analisa hubungan antar pribadi. Seorang individu dipandang sebagai pelaku yang menafsirkan, mendefinisikan, menilai, dan bertindak. 

Berikut dibawah ini beberapa para pemikir yang juga turut berjasa dalam mengembangkan perspektif ineraksionisme simbolik, yaitu :

Pertama, ada Tokoh Georg Simmel

Ia merupakan tokoh sosiologi Eropa pertama yang melakukan studi serius tentang interaksi. Simmel menyebutnya dengan soiabilitas. 

Bagi Simmel, struktur struktur dan proses proses makro yang dipelajari oleh teori fungsionalisme dan teori konflik merupakan cerminan dari interaksi khusus antara sesama manusia. 

Kedua, William James

Sosok pertama yang mengembangkan secara jelas konsep perihal self (diri). James mengatakan manusia mempunya kemampuan untuk melihat dirinya sebagai obyek.

Dalam kemampuan itu, ia bisa mengembangkan suatu sikap dan perasaan terhadap dirinya sendiri. 

Ketiga, Charles Horton Cooley

Ia menjelaskan bahwa ada dua hal tentang self, yaitu pertama ia melihat self sebagai proses dimana individu bisa melihat diri mereka sendiri.

Sebagai obyek bersama dengan obyek lainnya di dalam lingkungan sosial mereka. Ia mengakui bahwa self muncul dari komunikasi dengan orang lain. 

Pada saat menjalin interaksi dengan orang lain, maka seseorang individu akan menafsirkan gerak gerak orang lain. Dengan demikian, ia bisa melihat dirinya berdasarkan sudut pandangan orang lain. 

Keempat, John Dewey

Ia sebagai pendukung utama pragmatisme, dimana memusatkan perhatiannya pada proses penyesuaian diri manusia terhadap dunia. 

Baginya keunikan manusia muncul dari proses penyesuaian diri dengan kondisi hidupnya. Keunikan manusia itu terletak pada dalam diri seseorang yaitu kemampuannya untuk berpikir.

Kelima, George Herbert Mead dan Herbert Blumer

Para pemikir yang berjasa diatas telah memberikan dan menyajikan konsep yang berhubungan dengan interaksionisme simbolik. 

Namun, mereka semua tidak berhasil dalam membuat satu sintese atau sistematisasi mengenai perspektif dalam interaksionisme simbolik. 

Dimana interaksionisme simbolik ini berkembang menjadi satu perspektif dalam sosiologi saat usaha dua teoritikus yaitu George Herbert Mead dan Herbert Blumer. 

Nah, George Herbert Mead menjadi sosok pencetus teori interaksionisme, sementara Blumer yang merupakan murid Mead, mengembangkan ajaran gurunya tersebut. 

Begitulah sekilas sejarah atau historis interaksionisme simbolik yang terus mengalami berkembangan dalam keilmuannya. 

Sumber Referensi : 

PDF Teori Sosiolog Modern (Edisi Revisi) | Penulis Bernard Raho