Pengertian Konflik Menurut Para Ahli, Mulai Soerjono Soekanto Hingga James W

Sosiologi Info - Penjelasan mengenai konflik sosial yang terjadi di kehidupan masyarakat sehari harinya tidak lepas dari adanya perbedaan. 

Mari kita pahami dulu pengertian atau definisi konflik sosial menurut para ahli, mulai dari Soerjono Soekanto hingga James W Vander Zanden. 

Memahami Konflik Sosial

Kehidupan sosial sehari hari masyarakat tidak akan pernah dipisahkan oleh adanya konflik sosial yang terjadi. Baik antara individu, kelompok, dan komunitas. 

Ada berbagai faktor maupun penyebab terjadinya konflik sosial di masyarakat, mulai dari karena adanya perbedaan identitas, suku, etnis, serta berbagai perbedaan lainnya,

Konflik sendiri berasal dari kata kerja Latin Configere yang memiliki arti saling memukul. Nah secara sosiologis, pengertian konflik adalah sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih.

Baca Juga : 10 Contoh Konflik Sosial Dalam Kehidupan Sehari-Hari Beserta Cara Mengatasinya

Bisa juga kelompok, dimana salah satu pihak berusaha untuk menyingkirkan pihak lain, dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. 

Lalu, apa saja pengertian atau definisi konflik menurut para ahli ? Simak ulasannya dibawah ini. Mulai dari tokoh soerjono soekanto hingga James W Vander Zanden.

Pengertian Konflik Menurut Para Ahli

Berbagai pandangan, pendapat, maupun perspektif para ahli, tokoh di bidang keilmuan memberikan pengertian seputar konflik. 

Para ahli memberikan definisi tentang konflik dari sudut pandangnya masing-masing. Sesuai dengan caranya melihat suatu konflik.

Berikut ini kata para ahli :

1. Soerjono Soekanto

Ia memandang konflik merupakan suatu proses sosial dimana orang per orang atau kelompok manusia.

Berusaha untuk memenuhi tujuannya, dengan jalan menentang pihak lawan, disertai ancaman atau kekerasan. 

2. Robert M Z Lawang

Dia menyebutkan konflik adalah perjuangan memperoleh status, nilai, kekuasaan, dimana tujuan mereka yang berkonflik. 

Hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga juga untuk menundukkan sainganya.

3. Ariono Suyono

Menurutnya konflik adalah proses suatu keadaan dimana dua pihak berusaha mengagalkan tercapainya tujuan masing-masing.

Disebabkan adanya perbedaan pendapat, nilai ataupun tuntutan dari masing-masing pihak. 

4. Berstein

Ia menjelaskan bahwa konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah.

Konflik ini mempunyai potensi yang memberikan pengaruh positif dan negatif dalam interaksi manusia. 

5. Karl Marx

Konflik bagi Karl Marx merupakan hakekat kenyataan sosial. Menurutnya konflik ialah satu kenyataan sosial yang bisa ditemukan dimana-mana. 

Ia melanjutkan, konflik sosial adalah pertentangan antara segmen-segmen masyarakat untuk memperebutkan aset-aset yang bernilai.  

6. Daniel Webster

Ia mendefinisikan konflik sebagai persaingan atau pertentangan antara pihak pihak yang tidak cocok satu sama lain. 

Selanjutnya, keadaan atau perilaku yang bertentangan misalnya pendapat kepentingan atau pertentangan individu. 

Begitu juga perselisihan akibat kebutuhan, dorongan, keinginan, atau tuntutan yang bertentangan.

7. James W Vander Zanden

Dia memberikan pandangan, dalam bukunya Sociology, konflik diartikan sebagai suatu pertentangan mengenai nilai atau tuntutan hak atas kekayaan.

Kekuasaan, status atau wilayah tempat yang saling berhadapan, bertujuan untuk menetralkan, merugikan, maupun menyisihkan lawan mereka.

Dengan demikian, konflik sosial yang terjadi di masyarakat tidak akan pernah bisa dihilangkan dari dinamika kehidupan sehari-hari. 

Konflik yang terjadi suatu menjadi bagian dari identitas sosial, dan bisa saja dengan adanya konflik manusia melahirkan kreativitas tertentu. 

Oleh karena itu, ada baiknya kita mencegah adanya konflik yang mengarah kepada pengerusakan. Menghilangkan suatu identitas, baik itu budaya, adat, maupun suatu ciri khas dari satu pihak yang terlibat dalam konflik. 

Ada baiknya konflik yang terjadi di masyarakat harusnya dapat dikendalikan, dikelola, dan diselesaikan melalui cara yang baik.

Misalnya ke ranah hukum, maupun melalui jalur damai yang mengedapankan asas kekeluargaan, atau musyawarah antar kedua belah pihak yang terlibat.

Nah itulah sekilas pengertian atau definisi konflik sosial yang diberikan oleh para ahli melalui pandangan, pendapat, maupun perspektifnya. 

Sumber Referensi : 

Buku Sosiologi SMA dan MA Kelompok Peminatan Ilmu Ilmu Sosial | Penulis Dwi Mulyono

http://digilib.uinsby.ac.id/