Teori David McClelland : Dorongan Motivasi, Kebutuhan, Contohnya

Sosiologi Info - Apa pengertian dari teori David McClelland yang dikenal juga dengan sebutan teori dorongan, motvasi, kebutuhan ?

Simak penjelasan dan pembahasan serta ulasannya dengan contoh fenomena sosial yang ada di kehidupan masyarakat sehari harinya. 

Sekilas Memahami Teori

Setiap tokoh dan para ahli sudah pasti mempunya teori serta perspektif yang berbeda dalam memberikan analisis keilmuannya.

Begitulah juga yang dilakukan oleh Tokoh David McClelland. Ia mempunyai teori khas yang masih dipakai hingga saat ini.

David McClelland yang lahir pada tanggal 20 Mei 1917. Ia memiliki tiga teori penting dalam memberikan dorongan atau kebutuhan akan motivasi seseorang.

Baca Juga : Teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer : Profil, Perspektif, Contohnya

Dia meninggal dunia pada tanggal 27 Maret 1998 di Amerika. Salah satu teorinya paling terkenal yaitu teori dorongan motvasi tentang berprestasi atau The Need for Achievement.

Ternyata tidak hanya teori itu saja yang menjadi sangat fenomenal bagi kalangan akademisi dan prakteknya di masyarakat.  

David McClelland adalah seorang ahli psikologi sosial. Ia mempunyai ketertarikan tersendiri pada masalah pembangunan.

Dimana ia melihat adanya kemiskinan dan keterbelakangan pada banyak masyarakat dunia. Ia pun terlibat dalam melakukan penelitian.

Baca Juga : Teori Kontrol Sosial Travis Hirchi : Faktor Penyebab Kejahatan, Contohnya

David McClelland kemudian membagikan ada tiga tingkatan kebutuhan seseorang terhadap motivasi yaitu kebutuhan akan prestasi (need for achievement).

Selanjutnya, ada kebutuhan akan afiliasi (need for affiliation) dan kebutuhan akan kekuasaan (need for power).

Berikut dibawah ini penjelasan singkatnya dari ketiga kebutuhan atau dorongan teori yang dikemukan oleh David McClelland, yaitu :

1. Kebutuhan akan Prestasi (Need for Achievement) ialah adanya dorongan untuk motivasi dalam hal  capaian prestasi atau untuk berprestasi dalam berbagai hal.

Semua orang harus mempunyai dorongan untuk berprestasi. Biasanya orang orang yang mempunyai dorongan berprestasi tinggi tersebut bersifat realistis. 

Tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan itu dicapainya. Setiap orang mestinya mempunyai dorongan untuk mencapai tujuan prestasinya masing masing.

Contohnya dalam berbagai bidang dan hal misalnya untuk pelajar, mahasiswa, dan karyawan yang bekerja di suatu perusahaan, mestinya mempunya dorongan untuk berprestasi.

Misalnya mahasiswa yang mempunya dorongan motivasi untuk tercapainya prestasi maka ia akan belajar dengan giat.

Mencapai tujuan seperti pencapaian IPK yang tinggi serta dengan tujuan mencapai kelulusan wisuda dengan caumlaude.

Ada juga mahasiswa yang mempunya dorongan berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik. 

Semuanya itu perlu dengan menumbuhkan dorongan untuk selalu berprestasi dengan capaian target yang diinginkan oleh mahasiswa yang bersangkutan.

2. Kebutuhan akan Kekuasaan (Need for Power) menurut McClelland mengatakan kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan. 

Need for Power ialah motivasi seseorang akan tujuannya dalam mencapai kekuasaan. Dimana ia akan memiliki karakter yang kuat.

Termotivasi karena lingkungannya yang juga punya jiwa berjuang untuk memimpin, menyampaikan ide atau gagasan dalam tujuan kemenangan. 

Begitu juga dalam hal motivasi seseorang untuk adanya peningkatan status dan prastise pribadinya.

Contohnya kita bisa lihat dalam lingkungan kampus atau mahasiswa yang kuliah, pasti akan termotivasi untuk menjadi pemimpin dalam berbagai organisasi di lingkungan kampus.

Maupun yang ada di luar lingkungan kampus. Dorongan untuk menjadi pemimpin ini lah yang menjadi bagian penting juga bagi peningkatan status, karakter, serta jiwa kepemimpinan seseorang.

Contohnya juga bisa teman teman lihat dalam pemilihan umum baik saat pemilihan presiden, gubernur, wali kota, bupati, semuanya bahkan punya keinginan dan tujuan untuk mempunyai kekuasaan.

Makanya mereka berkompetisi dan berlomba dalam memenangkan pemilihan tersebut, agar dapat memimpin banyak masyarakat yang ada di daerahnya tersebut.

3. Kebutuhan akan Afiliasi (Need for Affiliation) juga sering disebut sebagai kebutuhan akan kelompok pertemanan atau sahabat. 

Dorongan kebutuhan akan afiliasi ini ialah hasrat untuk berhubungan dengan antara pribadi yang ramah dan akrab. 

Dimana setiap individu akan merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif, dan penuh dengan sikap persahabatan. 

Biasanya individu yang mempunya kebutuhan akan afiliasi ini berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang baik di dalam lingkungannya tersebut. 

McClelland menjelaskan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, yang akibatnya akan mempengaruhi perilaku pada karyawan dalam bekerja, maupun dalam mengelola organisasi.

Contohnya bisa teman teman lihat dalam lingkungan perhimpunan dan organisasi di kampus, akan ada banyak mahasiswa ingin menjadi bagian dari anggota suatu perhimpunan tersebut.

Begitu juga dalam dunia kerja akan ada banyak asosiasi yang berlandaskan hukum untuk membentuk suatu perkumpulan.

Dengan berbagai anggota yang berlatar belakang berbeda-beda. Mereka bahkan sangat ingin terlibat menjadi bagian dari anggota kelompok tersebut. 

Menurut McClelland menyebutkan individu mempunyai cadangan energi potensial, dimana energi ini dilepaskan.

Dan dikembangkan yang tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu pada situasi dan kondisi serta peluang yang ada.  

Nah itulah sekilas penjelasan dan ulasan mengenai pembahasan topik Teori David McClelland : Dorongan Motivasi, Kebutuhan, Contohnya.

Sumber Referensi :

Buku Teori Pembangunan Dunia Ketia Penulis oleh Arief Budiman

http://repository.um-surabaya.ac.id/3418/3/BAB_2.pdf