Jelaskan 9 Peristiwa Perjuangan Fisik Bangsa Indonesia untuk Mempertahankan Kemerdekaan

Sosiologi Info - Sobat sudah tahu apa saja rangkuman perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ?

Nah tuliskan 9 perjuangan fisik dalam mempertahankan NKRI, jelaskan dan sebutkan contohnya dalam peristiwa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. 

Mau tahu apa saja, berikut ini Kunci jawaban mata pelajaran PKN kelas 9 untuk pelajar SMP/MTs.

Yang ada di halaman 161 pada tugas kelompok 6.2 yaitu mengenai Peristiwa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Sekilas Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Mempertahankan NKRI

Setelah Indonesia memproklamasikan Kemerdekannya, ternyata pertarungan belum selesai melawan penjajah pada masa itu. 

Bahkan perundingan perundingan yang terjadi dalam kurun waktu pada tahun 1945 sampai 1949 terjadi. Dimana setelah Indonesia memerdekakan diri. 

Justru secara sepihak pada masa itu Belanda datang kembali ke Indonesia masuk dengan mengatasnamakan sebagai penguasa yang sah. 

Karena Belanda berhasil mengalahkan Jepang yang sebelumnya mengambil alih kekuasaan Hindia Belanda (Indonesia) dari Belanda. 

Situasi inilah yang membuat dan menggeloranya lagi semangat revolusi kemerdekaan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Nah disinilah terjadi berbagai perjuangan penting dalam melawan Belanda yang mana perang fisik dan perang secara diplomasi.

Terjadi dalam perundingan antara tahun 1945 hingga 1949 tersebut dengan Belanda. Perlu kita ingat bahwa ancaman dengan kedatangan Belanda terhadap keutuhan NKRI.

Yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan pada 17 Agustus 1945. 

Dengan kedatangan Belanda yang waktu itu salah satu menjadi anggota Sekutu, yang mana memenangkan Perang Dunia II. 

Belanda menyebut berhak atas Indonesia karena sebelumnya Belanda menjajah Indonesia. 

Belanda pun datang pada masa itu dengan membentuk Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) dengan menumpang dalam Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI).

Untuk itulah berbagai perjuangan dilakukan masyarakat dan negara dalam melawan Belanda pada saat itu di berbagai daerah.

Lantas apa saja perjuangan fisik bangsa Indonesia pada saat itu melawan Belanda, yang dilakukan masyarakat di daerah-daerah ? 

Mari simak dibawah ini pembahasan ada setidaknya sembilan peristiwa penting perihal Perjuangan Fisik Bangsa Indonesia untuk Mempertahankan Kemerdekaan.

Sekilas Rangkuman Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

Sobat yang lagi cari materi pembelajaran mengenai topik diatas maupun ada tugas untuk dijadikan referensi mengenai.

Tuliskan 9 perjuangan fisik mempertahankan negara kesatuan republik indonesia, berikut pembahasan dan penjelasannya yaitu :

1. Insiden Bendera di Surabaya

Kedatangan Belanda ke Indonesia setelah proklamasikan Kemerdekaan Indonesia dibacakan telah membuat adanya berbagai perjuangan fisik.

Perjuangan fisik itu dilakukan oleh masyarakat untuk melawan Belanda pada masa itu. Salah satu insiden Bendera terjadi di Surabaya. 

Dimana pada tanggal 19 September 1945. Insiden ini bermula pada saat orang Belanda menghibarkan bendera Merah Putih Biru di tiang atas Hotel Yamato, Tunjungan. 

Hal itulah yang membuat reaksi dari masyarakat Indonesia dan membuat amarah memuncak.

Kemudian warga pada saat itu melakukan penyerbuan ke hotel yang dipasang bendera Merah Putih Biru tersebut. 

Dan langsung menurunkan serta merobek bendera yang dikibarkan tapi hanya merobek yang berwarna biru. 

Selanjutnya, masyarakat menghibarkan kembali bendera Kebangsaan Indonesia yaitu Merah Putih.

2. Pertempuran Lima Hari di Semarang

Pertempuran itu dimulai pada tanggal 15 Oktober 1945 hingga pada tanggal 20 Oktober 1945. 

Pada saat itu kurang lebih sebanyak 2.000 pasukan Jepang yang berhadapan dengan TKR dan para pemuda.  Dalam pertempuran itu, memakan korban dari kedua belah pihak. 

Peristiwa itu bermula ketika kurang lebih ada 400 orang veteran AL Jepang, yang mereka akan dipekerjakan untuk mengubah pabrik gula Cepiring Semarang menjadi pabrik senjata. 

Malah memberontakan pada saat pemindahan ke Semarang. Kemudian, juga melakukan penyerangan kepada polisi Indonesia yang melakukan pengawalan pada saat itu. 

Salah satu nama Dr Karyadi menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dan namanya pun sekarang menjadi salah satu nama rumah sakit di Kota Semarang. 

Begitu juga pemerintah membangun tugu dalam memperingati kejadian tersebut dengan nama Tugu Muda.

3. Pertempuran Surabaya Pada Tanggal 10 November 1945

Kejadian dan peristiwa penting dalam pertempuran di Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yaitu diawali oleh kedatangan.

Atau mendaratnya Brigade 29 dari divisi India ke 23 yang mana dibawah pimpinan Brigadir Mallaby pada tanggal 25 Oktober 1945. 

Nah kedatangannya itulah membawa dan mengakibatkan keributan serta kerusuhan dengan pemuda karena adanya suatu penyelewengan kepercayaan oleh pihak sekutu. 

Kemudian pada tanggal 27 Oktober 1945, dimana pemuda Surabaya berhasil memporak porandakan kekuatan sekutu. 

Nah untuk dapat menyelesaikan kejadian itu, maka dilakukan perundingan. Tetapi, pada saat perundingan diadakan, terjadilah peristiwa Jembatan Merah dan Brigadir Mallaby tewas.

Dimana pada tanggal 9 November 1945, saat itu tentara sekutu mengeluarkan ultimatum yang isinya agar.

Para pemilik senjata menyerahkan sejatanya kepada sekutu sampai pada tanggal 10 November 1945 pukul 06.00

Ultimatum yang diberikan oleh tentara sekutu dihiraukan atau tidak dilaksanakan oleh masyarakat Surabaya. 

Disinilah akibat, terjadinya perang di Surabaya pada tanggal 10 November 1945, pemuda Surabaya pada saat itu melakukan perlawanan.

Dan menyusun rencana organisasi yang teratur dibawah komando Sungkono. 

Nah dimana Bung Tomo melalui siaran radio pada saat itu, mengobarkan semangat perlawanan Pemuda Surabaya agar pantang menyerah melawan penjajah. 

Seperti slogan Revolusi Merdekat atau Mati. Pertempuran ini bahkan memakan korban jiwa hingga 15 ribu orang, dan menjadi peristiwa perang yang sangat dahsyat. 

Nah peristiwa atau pertempuran pada tanggal 10 November 1945 inilah yang diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

4. Pertempuran Ambarawa

Pertempuran ini dimana diawali oleh kedatangan tentara Inggris dibawah pimpinan Brigjen Bethel di Kota Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945 untuk membebaskan tentara sekutu. 

Setelah itu, menuju ke Magelang, karena sekutu diboncengi oleh NICA dan akan membeaskan para tawanan Belanda secara sepihak. 

Maka disinilah terjadi perlawanan dari TKR dan para pemuda. Yang mana pasukan Inggris pada saat itu terpaksa dan terdesak untuk mundur ke Ambarawa. 

Pertempuran itu membuat Letkol Isdiman gugur atau meninggal dunia sebagai kusuma bangsa. 

Nah kemduian, Koloner sudirman sebagai Panglima Divisi Banyumas terjun langsung ikut dalam pertempuran itu. 

Dan pada tanggal 15 Desember 1945 tentara Indonesia berhasil melakukan tugas untuk memukul mundur sekutu sampai Semarang. 

Dengan kepemimpinan Kolonel Sudirman yang bagus, ia diangkat menjadi Panglima Besar TKR pada tanggal 18 Desember 1945 dan berpangkat Jendral. 

Nah sampai saat ini setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai hari Infanteri.

5. Pertempuran Medan Area

Selanjutnya, pasukan sekutu yang diboncengi oleh serdadu Belanda dan NICA dibawah pimpinan Brigadir Jenderal TED Kelly telah mendarat di Medan pada tanggal 9 Oktober 1945. 

Selanjutnya, pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadilah pertempuran pertama antara pemuda dengan pasukan Belanda. 

Inilah yang merupakan awal dari perjuangan bersenjata yang dikenal dengan sebutan Medan Area. Bentrokan antara masyarakat dengan NICA menjalan ke seluruh kota Medan. 

Dimana tentara sekutu mengeluarkan maklumat melarang masyarakat membawa senjata dan semua senjata yang ada harus diserahkan kepada sekutu. 

Pertempuran terus terjadi ke daerah lain di seluruh sumatera, seperti di Padang, Bukittinggi, Aceh, dengan perisitiwa Krueng Panjol Bireuen sejak bulan November 1945 tersebut.

6. Peristiwa Bandung Lautan Api

Peristiwa yang dikenal sebagai Bandung Lautan Api. Sobat pernah membaca atau mendengar kejadian sejarah itu ? 

Nah tepatnya, pada tanggal 21 November 1945 sekutu mengeluarkan ultimatum pertamanya agar Kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh Pihak Indonesia.

Dan selambat lambatnya pada tanggal 29 November 1945 dengan alasan untuk menjaga keamanan. 

Tetapi, ultimatum itu tidak dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia dan para pejuang. 

Akibatnya untuk kedua kalinya pada tanggal 23 Maret 1946 tentara sekutu kembali mengeluarkan ultimatum.

Agar Tentara Republik Indonesia atau TRI segera mengosongkan seluruh Kota Bandung. 

Nah pada saat itu juga, Pemerintah RI di Jakarta mengintruksikan untuk segera mengosongkan Kota Bandung. 

Namun, pimpinan TRI di Yogyakarta memberikan intruksi supaya Bandung tidak dikosongkan. Yang mana akhirnya dengan berat hati TRI mengosongkan Kota Bandung. 

Tapi sebelum keluar dari Bandung pada tanggal 23 Maret 1946 para pejuang RI itu menyerang markas sekutu dan membumihanguskan Bandung bagian selatan. 

Nah untuk mengenang kejadian dan peristiwa itulah Ismail Marzuki mengabadikan dalam sebuah lagu berjudul Hallo-Hallo Bandung.

7. Pertempuran Margarana

Diawali dengan kedatangan Belanda yang mendaratkan pasukan di Bali pada tanggal 2 sampai 3 Maret 1946. 

Dimana pada saat itu Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai sedang mengadakan perjalanan ke Yogayakarta untuk mengadakan konsultasi.

Dengan Markas Tertinggi TRI soal pembinaan Resimen Sunda Kecil dan cara cara dalam menghadapi Belanda. 

Kemudian, setelah kembali dari Yogyakarta, dimana kesatuan resimennya dalam keadaan terpencar. 

Ia pun menggalang kekuatan dan menggempur Belanda pada tanggal 18 November 1946. Pada saat itu, karena pasukan tidak seimbang dan persenjataan yang tidak lengkap. 

Dengan demikian, pasukan Ngurah Rai dapat dikalahkan dalam pertempuran Puputan di Margarana sebelah utara Tabanan Bali.

Dan pada saat itulah I Gusti Ngurah Rai meninggal dan gugur dalam pertempuran atau dikenal dengan Puputan bersama anak buahnya.

8. Perlawanan Terhadap Agresi Militer Belanda

Selanjutnya untuk mengusai Indonesia, Belanda bahkan melakukan agresi militer sebanyak dua kali. Dimana untuk agresi militer pertama dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 1947.

Dengan menguasai daerah yang mana dikuasai oleh Republik Indonesia di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 

Kemudian, agresi militer kedua pada tanggal 19 Desember 1948 diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta.

Yang mana pada saat itu sebagai ibu kota Indonesia. Serta penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir, dan beberapa tokoh lainnya. 

9. Perang Gerilya

Salah satu perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia yaitu dengan menggunakan strategi dan cara dengan sebutan Perang Gerilya.

Perang Gerilya yaitu perang yang berpindah pindah lokasi atau tempat. Dengan sewaktu waktu menyerang berbagai posisi tentara Belanda baik di jalan maupun di markasnya langsung.

Demikianlah pembahasan dan penjelasan diatas mengenai Jelaskan 9 Peristiwa Perjuangan Fisik Bangsa Indonesia untuk Mempertahankan Kemerdekaan.

Dimana juga dapat membantu dalam mencari referensi untuk Kunci jawaban mata pelajaran PKN kelas 9 untuk pelajar SMP/MTs.

Yang ada di halaman 161 pada tugas kelompok 6.2 yaitu mengenai Peristiwa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Sumber Referensi dan Sumber Foto Sosiologi.info : 

Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan | PDF | Edisi Revisi 2018 | untuk pelajar kelas IX SMP/MTs | Kontributor atau Penulsi Naskah : Ai Tin Sumartini dan Asep Sutisna Putra | Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud