-->

3 Bentuk Integrasi Sosial dan Beserta Contohnya

Ada 3 Bentuk Integrasi Sosial dan Beserta Contohnya

3 Bentuk Integrasi Sosial dan Beserta Contohnya

Sosiologi Info – Apa saja bentuk-bentuk integrasi sosial ? Tuliskan dan berikan masing-masing contoh fenomena sosialnya satu-satu ya. 

Nah selanjutnya mari sama-sama kita memahami pengertian integrasi sosial, yuk baca terus dengan seksama sobat. 

Pengertian Integrasi Sosial 

Integrasi sosial terdiri dari dua kata yaitu integrasi dan sosial. 

Integrasi bisa diartikan dengan adanya penggabungan dan penyesuaian beberapa unsur-unsur menjadi satu kesatuan. Sedangkan sosial berhubungan dengan masyarakat. 

Sehingga bisa katakana jika integrasi sosial adalah adanya perpaduan, penyesuaian dan penggabungan beberapa unsur yang ada di masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. 

Adapun maksud unsur-unsur integrasi sosial yaitu ras, etnik, agama, bahasa, nilai dan norma. 

Integrasi di masyarakat bisa dicapai apabila ada kerjasama. Kerjasama dilakukan dengan adanya tujuan akhir yang ingin diwujudkan. 

Kerjasama dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama. 

Diharapkan nanti dengan adanya integrasi sosial maka terwujudnya nilai dan norma di masyarakat sehingga adanya kesatuan dan adanya kesinambungan antara beberapa unsur di masyarakat. 

Integrasi didapat jika masyarakat paham dan mengerti tentang artinya perbedaan yang ada lingkungannya. 

Bentuk-Bentuk Integrasi sosial dan beserta contohnya 

Adapun bentuk-bentuk dari integrasi sosial itu terbagi menjadi tiga yaitu : 

1. Integrasi Normatif 

Integrasi normatif ialah kesatuan unsur-unsur sosial yang ada di masyarakat akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat. 

Norma ialah aturan yang telah disepakati oleh masyarakat dan membawa perubahan baik pada kehidupan. 

Karena dalam masyarakat terjadi beberapa perbedaan, sehingga untuk menyatukan perbedaan harus adanya norma yang mengikat masyarakat. 

Norma dalam kehidupan di masyarakat bermacam-macam diantaranya norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan. 

Selain itu norma di Indonesia melibatkan semboyan bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika. Mengapa? Karena Bhineka Tunggal Ika terdapat makna tersirat di dalamnya. 

Artinya walaupun berbeda-beda tetap saja masyarakat Indonesia merupakan satu kesatuan dan memiliki cita-cita yang sama. 

Nah maka dari itu, penting sekali sebagai masyarakat kita harus menjalankan norma-norma yang berlaku di masyarakat sehingga menimbulkan kesatuan dan keharmonisan. 

Contoh Fenomena Sosialnya

Berikut ada beberapa contoh fenomena sosialnya yaitu : 

1. Seseorang membawa surat berkendaraan lengkap saat berkendara. Sehingga dia sudah menjalankan norma hukum. 

Sebab sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia seseorang yang boleh mengendarai kendaraan wajib melengkapi dan membawa surat kendaraan berupa STNK, SIM, dan KTP.

2. Seorang muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan saling berbagi takjil di jalan raya. Hal ini mencerminkan norma agama. 

Yang mana setiap pemeluk agama wajib menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. 

Selain ibadah dalam norma agama juga dianjurkan untuk tidak mencuri, tidak berbohong dan harus tolong menolong antar umat beragama. 

3. Sebagai siswa sudah seharusnya kita mematuhi aturan sekolah dan wajib memakai seragam.

Di sekolah kita harus menghormati bapak ibu guru dan bersikap sopan santun. Hal itu mencerminkan norma kesusilaan. 

4. Si wawan meminta bantuan kepada si fulan dalam hal tugas sekolah. Maka si wawan harus mengucapkan terima kasih atas bantuan si fulan. 

Selain itu saat si wawan melakukan kesalahan harus meminta maaf kepada temannya. 

Hal ini mencerminkan norma kesopanan. Kesopanan berhubungan dengan tata krama. 

2. Integrasi Fungsional 

Integrasi fungsional ialah penggabungan unsur-unsur masyarakat akibat adanya fungsi-fungsi dalam masyarakat. Fungsi berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai dalam masyarakat. 

Contoh Fenomena Sosialnya

Berikut ada beberapa contoh fenomena sosialnya yaitu : 

1. Orang padang berorientasi pada fungsi mata pencaharian. Sehingga banyak masyarakat padang yang merantau dan membuka rumah makan masakan padang. 

2. Seorang guru fokus dalam mengajar berarti memiliki fungsi pengabdian. 

Sehingga guru harus meminimalisir adanya masalah-masalah dalam kelas sehingga adanya suasana kelas yang nyaman dan keadaan kelas jadi tertib. 

3. Orang di kabupaten Malang barter barang dengan orang di kabupaten Magetan. 

Barter dilakukan karena adanya kebutuhan yang harus dicukupi sehingga fungsi ekonomi bisa berjalan. 

3. Integrasi koersif 

Integrasi koersif ialah penggabungan unsur-unsur di masyarakat berdasarkan kekuasaan yang dimiliki oleh pihak berwenang. 

Arti pihak berwenang disini yaitu seseorang yang memiliki hak dalam mengatur suatu wilayah/negara. Misalnya pemerintahan, polisi, TNI, pejabat. 

Tetapi integrasi ini dilakukan dengan kekerasan, sebab unsur-unsur dalam masyarakat tidak selamanya bisa digabungkan dengan perdamaian. 

Karena pemikiran setiap manusia berbeda-beda sehingga perlu adanya penekanan dengan tindakan kekerasan/penegasan. 

Contoh Fenomena Sosialnya

Berikut ada beberapa contoh fenomena sosialnya yaitu :  

1. Seorang polisi melakukan penembakan gas air mata akibat keanarkisan pendemo. 

2. Pemerintah menindak tegas masyarakat yang enggan melakukan vaksinasi dengan membuat peraturan berupa denda uang. 

3. Pejabat memperbaiki undang-undang yang ada di Indonesia sehingga relevan dengan zaman dan mampu memajukan negara Indonesia. 

Dalam memperbaiki undang-undang terkadang pejabat tidak melibatkan masyakat sehingga terkadang revisi undang-undang tidak memihak pada masyarakat. 

Nah itulah penjelasan dari pembahasan topik artikel tentang integrasi sosial mulai dari pengertian dan bentuk-bentuk serta contohnya. 

Demikian pembahasan untuk topik Apa saja bentuk-bentuk integrasi sosial ? Tuliskan dan berikan masing-masing contoh fenomena sosial satu-satu ya. 

Penulis Artikel : Hilda Ayu Putri Nadifa 

Sumber Referensi Sosiologi.info : 

Gandasari, Dyah, Andi Febriana Tamrin, S Syafrizal, and Others. 2021. Dasar-Dasar Ilmu Sosial. Jakarta: Yayasan Kita Menulis. https://books.google.co.id/books?id=6co7EAAAQBAJ.

Maryati, Kun, and Juju Suryawati. 2006. Sosiologi Untuk SMA Dan SMA Kelas XI. Jakarta: Esis. https://books.google.co.id/books?id=cHRDenEoeWEC.

Ikuti Sosiologi Info di Google News, klik disini !