-->

4 Ciri Ciri Interaksi Sosial dalam Masyarakat

Ada 4 Ciri ciri Interaksi Sosial dalam Masyarakat ? Sebutkan ciri-ciri proses interaksi sosial dalam masyarakat.

4 Ciri Ciri Interaksi Sosial dalam Masyarakat

Sosiologi Info - Apa saja Ciri ciri Interaksi Sosial dalam Masyarakat ? Sebutkan ciri-ciri proses interaksi sosial dalam masyarakat. Ciri-ciri interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat.

Mari simak pembahasan dan ulasan singkatnya dibawah ini dengan seksama ya sobat intelektual semuanya. 

Sekilas Memahami Interaksi Sosial

Dalam masyarakat sebuah interaksi sosial sangatlah penting. Karena dengan adanya interaksi sosial akan mencapai tatanan kehidupan didalam masyarakat. 

Menurut Soekanto, Interaksi Sosial adalah sebuah hubungan sosial yang memiliki sifat dinamis, di dalam hubungan ini.

Terdapat hubungan antara individu dengan individu, antara kelompok dengan kelompok, dan antara individu dengan kelompok. 

Interaksi sosial dilakukan oleh dua orang atau lebih, hal ini baru bisa dikatakan sebagai interaksi sosial. Lalu apa saja ciri ciri interaksi sosial dalam masyarakat?

Ada 4 Ciri Ciri Interaksi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

Mari simak pembahasan dan penjelasan tentang Ciri ciri Interaksi Sosial dalam Masyarakat. Jangan lupa untuk membaca sobat!

Berikut adalah sebutkan ciri ciri proses interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat, yaitu:

1. Jumlah pelaku lebih dari satu orang

Interaksi sosial harus dilakukan oleh dua orang atau lebih karena didalamnya membutuhkan aksi dan reaksi. 

Terdapat satu pihak memberikan aksi atau tindakan kepada pihak lain kemudian tindakan tersebut direspon atau ditanggapi oleh pihak lain.

Maka kegiatan tersebut bisa dikatakan sebagai interaksi sosial, secara tidak langsung maknanya ialah terdapat aksi dan reaksi antara kedua belah pihak.

Jika seseorang melakukan komunikasi sendiri maka tidak bisa dibilang sebagai interaksi sosial.

Contoh fenomena sosialnya : 

Ziya dan Raya melakukan diskusi terkait dengan tugas perkuliahan yang hari ini diberikan oleh dosen. 

2. Adanya komunikasi dengan menggunakan simbol simbol tertentu

Menurut Roben J.G, Komunikasi ialah sebuah kegiatan perilaku individu yang didalamnya terdapat penyampaian pesan dan informasi terkait dengan pikiran dan perasaan.

Sedangkan Frederick William Dillistone, simbol adalah sesuatu yang akan disampaikan dalam bentuk atau pola gambar maupun Bahasa sehingga dicocokan dengan yang lainnya.

Komunikasi dengan penggunaan simbol sangatlah penting dalam berinteraksi sosial. 

Banyak sekali bentuk dari simbol, namun simbol yang sering digunakan dalam berinteraksi sosial adalah Bahasa. 

Ketentuan Penggunaan simbol dalam berinteraksi sosial adalah simbol yang disampaikan haruslah dipahami oleh kedua pihak.

Yang saling berkomunikasi agar nantinya komunikasi dapat berjalan dengan lancar. 

Contoh fenomena sosialnya : 

Di dalam lingkungan kampus dengan karakteristik mahasiswa yang berbeda-beda terutama pada penggunaan Bahasa dan asal daerah masing masing. 

Doni berasal dari daerah Jawa, Cut Tia berasal dari daerah Aceh, dan Mecha berasal dari Nusa Tenggara Timur. 

Saat sedang berinteraksi di lingkungan kampus maka ndoni, cut tia, dan mecha harus menggunakan bahasa yang satu sama lain mengerti dan tersampaikan tujuannya. 

Bahasa yang digunakan ialah Bahasa indonesia karena pesan yang diterima akan tersampaikan dan mudah dipahami. 

Namun jika mereka kembali ke daerah masing masing kembali ke Bahasa yang digunakan masing masing. Sehingga penggunaan Bahasa sangatlah penting dalam sebuah interaksi sosial. 

3. Terdapat dimensi waktu

Ketika sedang berinteraksi terdapat dimensi waktu yaitu waktu pada masa lalu, waktu pada masa sekarang, dan waktu pada masa depan. 

Penggunaan waktu dalam konteks interaksi sosial ialah untuk menentukan batasan waktu dalam interaksi sosial.

Contoh fenomena sosialnya :

Lia seorang perempuan perantau dari Kalimantan ke Jakarta.  Tadi pagi, ia baru saja mendapatkan berita baik terkait dengan pekerjaan yang ia harapkan. 

Maka ia akan menelpon orang tuanya pada malam hari untuk memberitahu kabar baik ini.  

4. Adanya tujuan yang ingin dicapai

Dalam berinteraksi sosial pastinya memiliki tujuan tujuan yang ingin dicapai.

Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa terdapat tujuan tujuan yang berbeda diantara pihak pihak yang berinteraksi. 

Tujuan yang berbeda inilah akan mengarah pada interaksi yang asosiatif atau bersifat positif atau interaksi yang disosiatif atau bersifat negatif.

Contoh fenomena sosialnya :

MAN 19 Jakarta sedang melakukan kegiatan Bakti Sosial. Terdapat siska sebagai selaku ketua pelaksana.

Ia akan menghubungi beberapa komunitas lain untuk melakukan kerja sama. Maka tujuan siska ialah mengarah pada hal yang positif karena akan membuat kerja sama.

Itulah kurang dan lebih penjelasan terkait dengan Ciri ciri Interaksi Sosial dalam Masyarakat. Demikian pembahasan dan penjelasan mengenai Ciri ciri Interaksi Sosial dalam Masyarakat.

Penulis Artikel : Nadia Safitri

Sumber bacaan Sosiologi.info : Supriatin. 2019. “Interaksi Sosial”. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ikuti Sosiologi Info di Google News, klik disini !