Ada 13 Indikator Konsep Smart City dalam Masyarakat Perkotaan

Sosiologi Info - Hai sahabat sosiolog muda yang ada di Indonesia, semoga dalam keadaan yang sehat. Nah, kali ini kita ada contoh penelitian perkotaan yang dilakukan oleh Mahasiswa Sosiologi Universitas Sebelas Maret tahun 2020.

Yuk lebih lengkapnya bisa membaca sekilas penyampaian oleh Fitriana Kurnia Wati Mahasiswa Sosiologi FISIP UNS yang mengangkat isu perihal  Masyarakat Cerdas di Kota Cerdas (Smart Citizen in Smart City).

Latar Belakang dan Hasil Riset. Pada kesempatan ini Sosiologi Info sebagai media partnership Webinar Nasional Sosiologi Perkotaan 2020 dengan tema Smart Citizen in Smart City. Berikut dibawah ini pamflet acara agar lebih lengkap ya guys !

Baca Juga : Contoh Riset Perkotaan oleh Mahasiswa Sosiologi Universitas Sebelas Maret

Kajian sosiologi perkotaan yang dilakukan Mahasiswa Sosiologi UNS di Kota Surakarta bisa menggunakan dua pemikiran atau teori dari Manuel Castells dan Cohen, yaitu baca dibawah ini.

Landasan ada dua teori yaitu pertama teori dari Manuel Castells yaitu masyarakat jaringan atau network society adalah teori yang dimana masyarakat berubah karena adanya pengaruh teknologi.

Dan sejalan dengan perkembangan teknologi dan ada pengaruhnya dari teknologi. Inilah satu kesatuan. Masyarakt dan tekonologi yang tidak bisa dipisahkan, kemajuan dilihat dari tinggi rendahnya pertukaran informasi dan tinggi rendahnya informasi.

Suatu hubungan komunikasi yang terjalin antara masyarakat satu dengan yang lainnya. Adanya mediasi diantara hubnungan antar manusia yaitu teknologi. 

Kemajuan masyarakt bergantung dan dapat diukur melalui pemahaman teknologi pada masyarakat tersebut. 

Adanya individu dalam masyarakat jaringan, ada tiga tingkatan yaitu individu antar indivudu, kelompok antar kelompok, dan ketiga adanya masyarakat (individu dengan masyarakat).

Kemudian, indikator atau untuk mengukur masyarakat jaringan sudah dijelaskan Manuel Castells ada tujuh indikator, bagaimana masyarakat jaringan yang tinggi atau rendah dan mengukur masyarakat jaringan sendiri, yaitu : 

1. Adanya akses

2. Adanya keamanan

3. Adanya desain

4. Adanya kontrol

5. Adanya legality

6. Adanya feedback

7. Adanya content

Baca Juga : Memahami Sosiologi Perkotaan : Konsep, Teori dan Metode Penelitian

Sementara untuk untuk dapat mengukur smart city dengan menggunakan pendekatan pemikiran Cohen yaitu ada enam indikator, sebagai berikut : 

1. Smart People

2. Smart Economy

3. Smart Enviroment

4. Smart Governance

5. Smart Living 

6. Smart Mobility