Dua Pandangan Konflik Menurut Myers : Tradisional dan Kontemporer, Jelaskan !

Sosiologi Info - Apa saja pendapat dan pandangan maupun perspektif konflik menurut Myers yang ada di dalam masyarakat ?

Simak dibawah ini ya, setidaknya ada dua yaitu pandangan konflik tradisional dan kontemporer yang ada di masyarakat, yuk baca.

Memahami Konflik di Masyarakat

Individu yang tergabung di dalam masyarakat tidak akan bisa melepaskan diri dari adanya suatu konflik sosial. 

Baik yang dilakukan secara sengaja, maupun yang tidak disengaja. Konflik pasti akan terjadi di kehidupan sosial masyarakat. 

Namun, memang tidak ada yang akan tahu kapan, dimana, waktu konflik itu terjadi. Lalu apa sebenarnya pengertian dari konflik itu sendiri ?

Konflik adalah sebagai segala macam interaksi pertentangan atau antagonistic antara dua atau lebih pihak. 

Biasanya terjadi karena adanya perbedaan, pandangan, pemikiran, pendapat, merebutkan sumber daya alam.

Dan faktor penyebab lainnya yang membuat individu, kelompok di masyarakat berkonflik, satu antara lainnya, sehingga membuat perpecahan, dan perselisihan kian meningkat. 
Menurut Soerjono Soekanto mengatakan bahwa konflik adalah suatu proses sosial dimana orang per orang maupun kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya.

Yaitu dengan jalan menentang pihak lawan yang mana disertai dengan suatu ancaman ataupun adanya tindakan kekerasan disana. 

Nah itulah sekilas pemahaman tentang konflik. Pada kesempatan kali ini, kita hanya akan membahas konflik menurut pandangan Myers. Yuk baca dengan seksama.

Perspektif Konflik Menurut Myers

Ada dua pandangan yang disampaikan oleh Myers dalam menjelaskan konflik di masyarakat, yaitu dengan dua sudut pandang tradisional dan kontemporer.

1. Pandangan Tradisional

Menurutnya dalam memandang suatu konflik di masyarakat, dimana konflik dianggap sebagai suatu yang tidak baik atau buruk. 

Oleh karena itu konflik mesti dan harus dihindarkan oleh setiap individu di dalam masyarakat tersebut di kehidupan sehari harinya.

Pandangan tradisional dengan tegas mengatakan bahwa konflik harus dihindari karena dapat dinilai sebagai faktor penyebab terjadi perpecahan.

Baik antar suatu kelompok, organisasi, maupun antar individu sendiri. Yang mana sering kali memang konflik dihubungkan dengan kemarahan.

Pertentangan, agresivitas yang dilakukan baik fisik maupun dengan kata kata kasar yang terlontar oleh seseorang. 

Selanjutnya, apabila telah terjadi suatu konflik pastinya akan membuat sikap emosi, tiap orang di suatu 
kelompok, atau organisasi yang menimbulkan konflik lebih luas dan membesar. 

Dengan demikian, dalam pandangan tradisional ini konflik mesti dan harus dihindarkan di masyarakat.

2. Pandangan Kontemporer

Dalam pandangan ini penjelasan mengenai konflik yaitu didasarkan pada anggapan dimana konflik adalah sesuatu yang tidak dapat dielakkan.

Sebagai konsekuensi logis di dalam proses hubungan, dan interaksi antar individu, maupun manusia dan kelompok di masyarakat.

Pada pandangan kontemporer ini yang mana menjadi persoalan ialah bukan gimana caranya meredam suatu konflik. 

Melainkan bagaimana menanganinya secara tepat, tidak merusak hubungan antar individu, serta tidak merusak tujuan dari sebuah organisasi tersebut.

Dimana dalam organisasi konflik dianggap sebagai sesuatu hal yang wajar di dalam organisasi, sehingga konflik bukan lah suatu hal yang destruktif.

Atau merusak dan memecah belah masyarakat. Melainkan konflik juga harus dijadikan sebagai konstruktif untuk membangun suatu organisasi. 

Sebut saja dalam hal meningkatkan kinerja suatu organisasi di dalam masyarakat tersebut.

Nah itulah sekilas penjelasan dan pemahaman tentang topik perihal Dua Pandangan Konflik Menurut Myers : Tradisional dan Kontemporer, Jelaskan !

Sumber Referensi :

Buku Sosiologi kelas 11 SMA dan MA untuk kelompok peminatan ilmu ilmu sosial penulisnya oleh Dwi Mulyono

http://e-journal.uajy.ac.id/2617/3/2TS13316.pdf